SABTU, 14 MAR 2026, 11:24:00
Headline
●
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
●
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
●
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
●
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
●
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
●
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
●
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
●
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
●
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
●
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
●
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
●
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
●
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
●
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
●
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo
●
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
●
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
●
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
●
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan
●
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
●
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
●
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
●
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
●
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
●
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
●
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
●
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
●
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
●
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
●
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
●
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
●
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
●
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
●
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
●
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo
●
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
●
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
●
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transparan
●
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan
●
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
Redaksi
•
07:24:53, 24 Sep 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Ba...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar....
🔴 Breaking
Politik
Featured
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI...
🔴 Breaking News
Politik
Featured
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
Redaksi
•
12:13:52, 16 Sep 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Kh...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN...
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Dipertanyakan
Redaksi
•
11:29:26, 28 Aug 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selam...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amanka...
🔴 Breaking News
Terkini
Featured
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Redaksi
•
15:47:00, 19 Aug 2026
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pang...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjad...
🔴 Breaking
Terkini
Featured
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI A...
Time-Indonesia.my.id, Garut - Kedekatan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Garut, Rika Agustiana, dengan seorang pengusaha berinisial AR menjadi sorotan. Beredar informasi di kalangan publik bahwa Rika disebut sering merapat atau berkunjung ke vila milik AR. Sekretaris Dinas Perkim, Dang Sani Imansyah, juga disebut-sebut memiliki kedekatan dengan pengusaha tersebut.Kedekatan antara pejabat pemerintah dengan kalangan pengusaha pada dasarnya tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran. Namun, perhatian publik muncul ketika kedekatan tersebut dikaitkan dengan kepentingan pekerjaan pemerintahan, terlebih setelah berhembus isu mengenai dugaan “proyek inden” di lingkungan Dinas Perkim.Publik mempertanyakan apakah kedekatan tersebut sebatas hubungan sosial atau terdapat kepentingan lain yang berkaitan dengan pekerjaan dan proyek pemerintah. Transparansi dan klarifikasi dinilai penting agar tidak muncul persepsi mengenai konflik kepentingan yang dapat memengaruhi integritas pejabat publik.Upaya konfirmasi dilakukan dengan mendatangi kantor Dinas Perkim Kabupaten Garut, Selasa (18/8/2026). Namun, saat hendak ditemui, Rika Agustiana disebut sedang tidak berada di tempat. Hal serupa juga terjadi ketika hendak meminta keterangan kepada Sekdis Perkim Dang Sani Imansyah.Melalui pesan WhatsApp, Dang Sani menyampaikan bahwa dirinya sedang menjalani pemeriksaan Inspektorat terkait proyek yang bermasalah di wilayah Garut Utara. Belum diketahui apakah pemeriksaan tersebut memiliki keterkaitan dengan isu “proyek inden” yang tengah beredar atau merupakan agenda pemeriksaan tersendiri.Hingga berita ini disusun, awak media masih menelusuri informasi terkait dugaan proyek inden tersebut, termasuk realisasi proyek-proyek di bawah pengawasan Dinas Perkim Kabupaten Garut.Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Rika Agustiana, Dang Sani Imansyah, pengusaha AR, maupun Inspektorat Kabupaten Garut. Klarifikasi diperlukan agar isu yang berkembang tidak berhenti sebagai rumor dan untuk memastikan seluruh proses proyek pemerintah berjalan transparan, profesional, serta bebas dari konflik kepentingan.Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.(Red)
Baca selengkapnya
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
Time-Indonesia.my.id, 19 Agustus 2026.Di tengah kehidupan yang penuh dengan pengaruh, popularitas, kekuasaan, dan pencitraan, manusia sering kali terjebak menjadikan sosok tertentu sebagai ukuran mutlak kebenaran. Padahal, Islam mengajarkan bahwa kebenaran tidak bergantung pada siapa yang mengucapkannya, melainkan pada kesesuaiannya dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Inilah timbangan yang shahih, adil, dan akan menyelamatkan manusia dari kesesatan serta hawa nafsu.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah menyampaikan sebuah kaidah yang sangat mendalam. Beliau berkata, "Kebenaran itu tidak diukur dengan kedudukan manusia, tetapi manusialah yang diukur dengan kebenaran. Inilah timbangan yang benar."Kalimat yang singkat ini mengandung pelajaran besar bagi setiap muslim. Betapa sering manusia membalik timbangan. Seseorang dianggap benar hanya karena ia terkenal, memiliki banyak pengikut, berkedudukan tinggi, berilmu luas, atau berasal dari keluarga terpandang. Padahal, kemuliaan seseorang tidak menjadikan semua pendapatnya pasti benar. Sebaliknya, orang yang sederhana dan tidak dikenal pun dapat menyampaikan kebenaran jika perkataannya sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah.Islam mendidik umatnya agar memiliki keberanian mengikuti dalil, bukan sekadar mengikuti figur. Seorang muslim mencintai para ulama, menghormati para guru, memuliakan para pemimpin, tetapi kecintaan itu tidak boleh menggeser posisi wahyu sebagai sumber kebenaran tertinggi.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), serta pemegang kekuasaan di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya."(QS. An-Nisa: 59)Ayat ini menjadi pedoman yang sangat jelas. Ketika muncul perbedaan, penyelesaiannya bukan dengan melihat siapa yang paling terkenal, paling senior, atau paling banyak pendukungnya. Penyelesaiannya adalah kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.Allah juga mengingatkan bahwa mayoritas manusia tidak selalu berada di atas kebenaran.وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ"Dan jika engkau menuruti kebanyakan orang di bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."(QS. Al-An'am: 116)Ayat ini mengingatkan bahwa ukuran kebenaran bukanlah jumlah pengikut. Kebenaran tetaplah benar meskipun hanya sedikit yang mengikutinya. Sebaliknya, kebatilan tetaplah batil walaupun didukung oleh banyak orang.Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberikan pedoman yang sangat agung melalui sabdanya:تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ"Aku telah meninggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya."(HR. Malik dalam Al-Muwaththa')Hadis ini menunjukkan bahwa keselamatan umat tidak bergantung kepada tokoh tertentu, melainkan kepada sejauh mana mereka berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah.Para sahabat Nabi adalah generasi yang paling memahami prinsip ini. Mereka sangat menghormati Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan sahabat lainnya. Namun, apabila ada pendapat yang belum jelas dalilnya, mereka tetap mencari petunjuk dari Al-Qur'an dan Sunnah. Mereka tidak menjadikan manusia sebagai sumber kebenaran mutlak.Imam Malik rahimahullah juga pernah mengingatkan bahwa setiap manusia bisa diterima dan ditolak pendapatnya, kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pesan ini menunjukkan betapa rendah hatinya para ulama besar. Mereka tidak ingin dijadikan ukuran mutlak, tetapi mengajak umat agar selalu mengukur segala sesuatu dengan wahyu Allah.Dalam kehidupan sehari-hari, timbangan yang shahih ini sangat penting. Saat menerima berita, kita tidak boleh langsung percaya hanya karena disampaikan oleh orang yang terkenal. Saat membaca tulisan, kita tidak boleh langsung membenarkan hanya karena penulisnya memiliki gelar tinggi. Saat mendengar ceramah, kita hendaknya mencocokkannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah serta penjelasan para ulama yang lurus. Dengan demikian, kita akan terhindar dari fanatisme buta.Allah juga berfirman:فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ"Maka jika mereka tidak menjawab tantanganmu, ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa mendapat petunjuk dari Allah."(QS. Al-Qashash: 50)Mengikuti hawa nafsu merupakan kebalikan dari mengikuti kebenaran. Orang yang menjadikan tokoh sebagai ukuran benar atau salah sering kali tanpa sadar telah mengikuti hawa nafsu, bukan petunjuk Allah.Karena itu, marilah kita memperbaiki timbangan dalam hati kita. Hormatilah para ulama, cintailah para guru, muliakanlah para pemimpin, namun jangan pernah mengangkat mereka melebihi kedudukan wahyu. Jika mereka sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah, maka ikutilah. Jika mereka keliru, doakan mereka dan tetaplah berpegang kepada kebenaran.Semoga Allah menjadikan hati kita selalu tunduk kepada Al-Qur'an, mencintai Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, menghormati para ulama tanpa berlebih-lebihan, serta diberikan keikhlasan untuk menerima kebenaran dari siapa pun yang menyampaikannya. Sebab pada akhirnya, kemuliaan manusia bukanlah karena banyaknya pengikut, tingginya jabatan, atau luasnya popularitas, melainkan karena keteguhannya mengikuti kebenaran yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Baca selengkapnya
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Aman dan Transp...
Time-Indonesia.my.id, MEDAN – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meluruskan opini publik terkait tuduhan penimbunan bahan pangan yang disematkan kepada Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara.Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A.M. Sinik, menegaskan bahwa tuduhan penimbunan 52.000 ton beras dan 1,2 ton Minyakita tersebut tidak berdasar serta tidak ditopang oleh data dan fakta lapangan.Azhari menyayangkan narasi menyesatkan yang dilontarkan anggota Komisi B DPRD Sumut, Rudi Alfahri Rangkuti, yang juga mendesak pencopotan Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto.Menurutnya, jumlah stok pangan yang tersimpan di gudang Bulog merupakan bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP) yang sah, terukur, dan dikelola secara transparan untuk menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan masyarakat Sumatera Utara."Pernyataan tersebut sangat tendensius. Sebagai mitra kerja yang memiliki fungsi pengawasan, semestinya dilakukan penelusuran, inspeksi mendadak (sidak) ke gudang, atau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terlebih dahulu untuk memverifikasi data riil, bukan memunculkan spekulasi di media tanpa basis data yang valid," tegas Azhari, Rabu (19/8).Selama ini, Bulog Sumut di bawah kepemimpinan Budi Cahyanto terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok pangan utama dan aktif mendistribusikan beras SPHP serta Minyakita secara berkala demi mengendalikan inflasi daerah.LIPPSU mengimbau semua pihak untuk bijak memilah informasi agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat, seraya mendukung kinerja positif Bulog dalam melayani kebutuhan pangan warga Sumatera Utara.
Baca selengkapnya
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wiraraja Industr...
Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Koperasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara bentuk konsorsium usaha untuk menjadi mitra kerja perusahaan Wiraraja Industrial Park Nadura di Bangkalan. Untuk pengembangan investasi ini Pemda Bangkalan siapkan lahan 3000 hektar.Ormas Madas Nusantara melalui Koperasi UMKM-nya mulai mempersiapkan pemanfaatan peluang usahanya dengan membentuk konsorsium. Karena Wiraranya Industrial Park Madura, jika terealisasi memiliki peluang usaha terbuka lebar mulai dari pengadaan, supply SDM, hingga pengelolaan limbah industrinya."Agar tidak menjadi penonton dalam pembangunan Wiraranya Industrial Park Madura di Bangkalan, maka setiap pihak di Pulau Madura harus memanfaatkan peluang usahanya baik pemerintah daerah Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Diharapkan kehadiran investor di Bangkalan akan memberi stimulans bagi investor asing selain Cina di Madura," tegas KRH.HM Jusuf Rizal, SH, Ketum Ormas Madas Nusantara kepada media di Jakarta.Sebagaimana diketahui perusahaan dari Cina akan berinvestasi di Bangkalan, Madura melalui perusahaan Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan. Pemda Bangkalan telah menyiapkan lahan 3000 hektar. Diperkirakan trilyunan investasi akan digelontorkan ke Pulau Madura. Ribuan pekerja akan dibutuhkan, dll.Menurut Jusuf Rizal, pria Relawan Prabowo Subianto, keturunan Arya Wiraraja, Raja Sumenep itu, Konsorsium Usaha Koperasi UMKM Madas Nusantara akan mewadahi para pengusaha warga Madura untuk ikut terlibat dalam Wiraraja Industrial Park Madura itu."Jadi Madas Nusantara akan ikut membantu pengusaha UMKM konsorsium agar dapat memenuhi persyaratan-persyaratan administrasi agar dapat lolos sebagai rekanan. Saat ini untuk menjadi rekanan persyaratan usaha harus lengkap, mulai dari AHU, NPWP, Pajak hingga NIB (Nomor Induk Berusaha). Bahkan aspek hukumnya juga akan dibantu Madas Nusantara," tegas Jusuf RizalBerdasarkan catatan redaksi Ormas Madas Nusantara merupakan organisasi ke-Maduraan guna mewadahi masyarakat Madura di perantauan se-Nusantara dan luar negeri. Ormas ini digagas Jusuf Rizal, bersama tokoh Madura lainnya untuk komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaburasi, dan silaturahmi serta pengembangan jaringan usaha.Ormas Madas Nusantara bermitra dengan TBI POLRI dalam membangun Indonesia dan menjaga negeri melalui program Bina-Lindung-Sejahtera. Ormas Madas Nusantara membangun SDM Bermualitaa. Bukan ormas preman.
Baca selengkapnya
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAUT MERAH
Time-Indonesia.my.id, Jeddah, Arab Saudi — Semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut menggema di tengah Laut Merah. Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah, Arab Saudi, menggelar berbagai kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di atas Kapal Aqua, sebagai bentuk kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air.Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para PMI untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.Acara ini dimotori oleh Reza Maksum Majid bersama Mas Budi Creator, dengan menghadirkan berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus. Suasana penuh keceriaan terlihat ketika para peserta mengikuti lomba, mulai dari makan kerupuk, balap kelereng, hingga lomba lari dan sejumlah permainan lainnya.Meski berada jauh dari Indonesia, semangat merah putih tetap terasa begitu kuat. Laut Merah menjadi saksi bahwa jarak dan tempat bukanlah penghalang bagi warga Indonesia untuk merayakan hari kemerdekaan dengan penuh kebersamaan.Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, solidaritas, kekompakan, dan rasa nasionalisme di antara para PMI yang berada di Jeddah dan sekitarnya.Dengan mengusung semangat:“INDONESIA ADIL, BERDAULAT, ADIL & MAKMUR”perayaan HUT RI ke-81 di atas Kapal Aqua diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga Indonesia di perantauan bahwa kecintaan kepada Tanah Air akan selalu hidup, di mana pun kaki berpijak.Semoga kegiatan positif seperti ini terus menjadi wadah pemersatu bagi seluruh PMI di Arab Saudi, memperkuat silaturahmi, menjaga nama baik Indonesia, serta memberikan energi positif bagi seluruh masyarakat Indonesia di perantauan.Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! 🇮🇩Indonesia tetap di hati, merah putih tetap berkibar, dan semangat persaudaraan tetap menyala di mana pun kita berada.Disusun oleh:ONNI_PBMedia MADAS Nusantara DPC Jeddah
Baca selengkapnya
Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkala...
Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara berbeda pemikiran dengan Bassra (Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura) dan 45 ulama dan habaib Madura. Jika Bassra dan 45 Ulama dan Habaib se-Madura menolak, Ormas Madas Nusantara justru mendukung investasi Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan."Kami memberi dukungan kepada pemerintah yang membawa investor asing untuk membangun Pulau Madura yang merupakan daerah ter-miskin se-Jawa Timur. Hanya dengan masuknya investasi Pulau Madura dan Masyrakatnya maju dan sejahtera," tegas Ketua Umum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, SH kepada media di Jakarta.Menurut Jusuf Rizal, pria keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja, Relawan Prabowo Subianto itu, penolakan Bassra dan 45 ulama dan habaib itu tidak memiliki dasar yang kuat. Miris juga ulama dan habaib mengatasnamakan ulama Se-Madura melakukan penolakan, tanpa ada kajian dan analisa komprihensip. Sikap itu menunjukkan aragansi, jauh dari objektivitas dan picik."Ormas Madas Nusantara menilai penolakan Bassra dan 45 Ulama dan Habaib, mengandung mens rea (niat tidak baik). Mencari-cari alasan dan ujung-ujung diduga transaksional. Kebiasaan yang justru merusak citra ulama dan habaib Madura jadi jelek," tutur Jusuf Rizal, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat)-- LSM terbesar dan terbanyak cabang dengan rekor Muri -- ituDikatakan tidak sedikit oknum ulama dan habaib itu setelah bicara keras, tapi begitu di lobby melempem. Contohnya, saat politisi PKS, Aboebakar Al Habsy, menyebut diduga pesantren Madura terlibat peredaran Narkoba, awalnya oknum ulama dan habaib garang bicara. Tapi IRS (Intelijen Rakyat Semesta) Madas Nusantara menemukan sedikitnya 20 oknum ulama dan habaib dilobby AboebakarOknum ulama dan habaib itu diboyong ke Kantor DPP PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Entah tujuan untuk apa oknum ulama dan habaib diboyong ke Jakarta. Informasi menyebutkan oknum ulama dan habaib itu sudah dibungkam agar tidak bersuara. Ujung-ujungnya konon mereka menerima paket logistik untuk tidak bicara. Pahadal ini masalah moralitas."Jadi Madas Nusantara hornat pada ulama dan habaib yang masih memiliki adab, etika dan moral yang baik. Bukan pada oknum yang bawa-bawa nama ulama dan habaib, namun kelakuannya hanya bertujuan untuk kepentingan pribadi, transaksional dan logistik Banyak yang tidak memiliki idealisne," tegas Jusuf Rizal, salah satu tokoh terkemuka Madura asal Pamekasan itu.Dalam kontek hadirnya investasi asing di Pulau Madura, Ormas Madas Nusantara menyebutkan tidak banyak keterkaitan Bassra dan 45 Ulama dan Habaib. Mereka semestinya fokus pada pengembangan pesantren, membina ahlak dan moral, membenahi manajemen pesantren termasuk masalah spiritual. Tidak kegatelan urusan investasi dan politik.Ulama dsn Habaib itu seharusnya tidak intervensi pada kepentingan usaha guna memajukan Pulau Madura, sebab Pulau Madura itu bukan milik Bassra maupun 45 ulama dan habaib itu. Masyarakat Pulau Madura butuh pekerjaan, butuh kemajuan dan kesejahteraan. Tidak terperangkap dengan situasi di daerah Pulau Madura yang dianggap sebagai daerah termiskin se-Jawa Timur"Maka kehadiran Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan, merupakan salah satu solusi membangun Pulau Madura. Yang dibutuhkan saat ini bukan hanya sekedar bicara menolak, tapi bagaimana mempersiapkan dalam mempersiapkan opportunity agar berbagai peluang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan masyarakat dan pulau Madura, seperti mempersiapkan SDM berkualitas. Bukan ribut sok kuasa," tegas Jusuf RizalBerdasarkan catatan redaksi Ormas Madas Nusantara merupakan organisasi ke-Maduraan guna mewadahi masyarakat Madura di perantauan se-Nusantara dan luar negeri. Ormas ini digagas Jusuf Rizal, bersama tokoh Madura lainnya untuk komunikasi, koordinasi, konsolidasi, kolaburasi, dan silaturahmi serta pengembangan jaringan usaha.Ormas Madas Nusantara bermitra dengan TNI POLRI dalam membangun Indonesia dan menjaga negeri melalui program Bina-Lindung-Sejahtera. Ormas Madas Nusantara membangun SDM berkualiras, bukan ormas preman.
Baca selengkapnya
Camat Cibalong Bersama Jajaran Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Dilapangan Bola Kary...
Time-Indonesia.my.id, Garut,- Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Senin (17/8/2026).Upacara berlangsung di Lapangan Bola Karyasari, Kecamatan Cibalong, dengan diikuti berbagai unsur pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kepemudaan, serta masyarakat.Camat Cibalong, Galih, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek, Danposmil, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, para kepala desa, kepala sekolah, Kwarran Pramuka, serta perwakilan organisasi kepemudaan.Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme.Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Cibalong diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.(Susandi/Yanto Aulia)
Baca selengkapnya
ray For NTT : Kapolres Garut Sampaikan Duka untuk Nusa Tenggara Timur
PerwirasatuNews.my.id, Garut - Polres Garut beserta seluruh staf dan jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur.Semoga seluruh masyarakat yang terdampak senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menghadapi cobaan ini.Doa terbaik kami juga untuk para korban yang mengalami luka, semoga diberikan kesembuhan dan pemulihan, serta seluruh proses penanganan pascabencana dapat berjalan dengan aman dan lancar.NTT tidak sendiri.Doa dan kepedulian kami menyertai.(Tim)
Baca selengkapnya
Ormas Madas Nusantara Fokus Penyiapan SDM Berkualitas Supply Wiraraja Industrial Park Madu...
Time-Indonesia.my.id, Jakarta - Salah satu masalah besar hadirnya Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan adalah ketersediaan Sumberdaya Manusia (SDM) berkualitas guna mengisi kebutuhan tenakerja siap pakai. Untuk itu, Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara akan fokus menyiapkan SDM berkualitas guna memenuhi kebutuhan Wiraraja Industrial Park Madura"Kami akan fokus bagaimana menyiapkan SDM berkualitas guna memenuhi tenaga kerja sesuai posisi yang dibutuhkan. Jangan sampai saat Industri Wiraraja beroperasi, masyarakat Madura tidak mampu memenuhi kualifikasi. Ini akan dapat berdampak sosial,"tegas Ketua Umum Madas Nusantara, KRH,HM.Jusuf Rizal,SH kepada media di Jakarta.Pernyataan Jusuf Rizal itu disampaikan menjawab pertanyaan wartawan tentang kesiapan warga Madura menghadapi kehadiran Wiraraja Industrial Park di Bangkalan, Madura. Mulai dari kesiapan SDM yang berkualitas, aspek sosial, budaya, transportasi, serta koneksitas dengan Kabupaten lain yaitu Sampang, Pamekasan dan Sumenep.Menurut Jusuf Rizal, pria keturunan darah biru Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu, kehadiran Wiraraja Industril Partk di Bangkalan, Madura memang akan membawa perubahan bagi kemajuan Pulau Madura. Akan memberikan multiplayer efek tidak hanya di Bangkalan, tapi juga bagi Kabupaten Sampang, Pamekasan dan Sumenep."Ini merupakan momentum sekaligus tantangan bagi pemerintah Bangkalan dan Kabupaten lainnya, serta seluruh tokoh maupun ormas ke-Maduraan bangkit agar keluar dari garis kemiskinan. Apalagi sudah dipastikan akan menyerap banyak SDM tenaga kerja," tambah Jusuf Rizal, pria penggiat anti korupsi Relawan Prabowo Subianto itu.Dikatakan Ormas Madas Nusantara akan membuat pelatihan kompetensi dan avokasi guna mempersiapkan SDM tenaga kerja berkualitas. Madas Nusantara akan menjadi penyedia tenaga kerja (Man Power Supply) berkualitas dan bersertifikasi. Membuat program pelatihan di Bangkalan, Sampang, Pamekasan maupun di Sumenep.Jusuf Rizal menyebutkan akan melakukan koordinasi dengan Pemda setempat, manajemen Wiraraja Industrial Park Madura, Kementerian Ketenagakerjaa Republik Indonesia, BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan, Menko Ekonomi maupun tokoh dan ulama Madura terkait perlunya menyediakan SDM sedini mungkin agar SDM tidak menjadi tamu di rumahnya sendiri."Kami telah mengantisipasi kehadiran investor asing ke wilayah Madura dengan mendirikan Bamus (Badan Musyawarah Madura). Melalui kehadiran investor asing, termasuk Wiraraja Industrial Park dari China, kemungkinan jalur kereta api Bangkalan-Sumenep dapat dihidupkan lagi atau jalan tol," tegas Jusuf Rizal, salah satu tokoh Madura asal Pamekasan itu.
Baca selengkapnya
Peringati Hari Jadi Pramuka, SD Negeri 03 Wonoagung Terpilih Jadi Tuan Rumah
Time-Indonesia.my.id, Malang, - SD Negeri 03 Wonoagung menjadi tuan rumah pelaksanaan Apel Hari Jadi Pramuka (HARDIKA) ke-65 yang digelar di Lapangan Margomulyo, Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (15/8/2026).Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Tirtoyudo dalam rangka memperingati Hari Jadi Pramuka ke-65. Acara juga dirangkaikan dengan Pesta Siaga 2026 yang diikuti oleh sejumlah satuan pendidikan sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Tirtoyudo.Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan apel/upacara. Dalam kegiatan tersebut, Aluna Dina Putryono, siswi SD Negeri 03 Wonoagung, dipercaya menjadi pemimpin upacara. Sementara itu, Camat Tirtoyudo, Nita Dwi Prasetiyaningtyas, S.STP., M.AP., bertindak sebagai pembina upacara.Kegiatan berlangsung meriah dengan melibatkan para peserta didik, tenaga pendidik, serta berbagai unsur pendidikan di wilayah Kecamatan Tirtoyudo.Kepala SD Negeri 03 Wonoagung, Koko Mei Yayang Diana, S.Pd., mengaku bangga sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Jadi Pramuka ke-65 tingkat Kecamatan Tirtoyudo.Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus kesempatan bagi SD Negeri 03 Wonoagung untuk turut berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan kepramukaan di Kecamatan Tirtoyudo.“Saya sangat bangga karena SD Negeri 03 Wonoagung diberi kesempatan menjadi tuan rumah dalam peringatan HARDIKA ke-65 tingkat Kecamatan Tirtoyudo. Saya juga sangat berterima kasih karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan sukses,” ujar Koko kepada wartawanIa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Wonoagung yang telah memberikan dukungan dan membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Wonoagung yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses dan lancar,” tambahnya.Peringatan Hari Jadi Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Berkarya, Mengabdi, Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi semangat bagi seluruh anggota Pramuka untuk terus berkarya, mengabdi kepada masyarakat, serta berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.(Biro Malang)
Baca selengkapnya
Ormas Madas Nusantara dan Organisasi Dibawah Kepemimpinan Jusuf Rizal, Solid Dukung Prabow...
Time-Indonesia, Jakarta -- Gonjang Ganjing akan ada aksigʻ demo turunkan Presiden Prabowo menimbulkan reaksi dari para relawan Prabowo Subianto, termasuk Ormas Madas (Masyarakat Madura Asli) Nusantara dan ormas dibawah kepemimpinan KRH.HM.Jusuf Rizal, SH. Organisasi Relawan itu solid tetap dukung Prabowo Subianto, namun diharapkan Menteri dan pejabat yang tidak kapabel bisa diganti.Menurut Jusuf Rizal, pria tokoh penggiat anti korupsi, Relawan Prabowo Subianto keturunan Raja Madura, Arya Wiraraja itu kepada wartawan, jaringan organisasi dibawah kepemimpinannya, tetap solid mendukung Presiden Prabowo Subianto hingga 2029 dan siap aksi melakukan penolakan terhadap cara-cara inkonstitusional, karena ini berdampak kepada masyarakat yang saat ini sedang susah.Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Rizal, pria berdarah Madura-Batak yang dikenal kritis itu, menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya isu demo besar-besaran guna melengserkan Prasiden Prabowo Subianto, sebagaimana aksi demo anarkis serentak 21 Agustus 2025 diberbagai kota besar.Dikatakan isu demo tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat dan para pengusaha. Di Jakarta dan Bekasi, misalnya, para pengusaha mall dan gedung mulai memagar bangunannya untuk mengantisipasi jika pihak keamanan tidak sanggup melindungi serta mengamankan aset-aset masyarakat.Sebaiknya lanjut Jusuf Rizal pihak pemerintah harus memberi pernyataan resmi akan situasi negara sehingga kondisi ini tidak dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan. Bahwa saat ini kondisi keamanan terkendali, kalaupun ada demo tetap dilaksanakan secara tertib, serta dapat menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan bangsa"Selain itu Presiden Prabowo Subianto hendaknya jangan baperan. Alergi terhadap kritikan yang konstruktif demi kemajuan bangsa. Prabowo Subianto saatnya harus lebih banyak mendengar ketimbang bicara yang tidak substansial. Fokus bagaimana merealisasi janji-janji politiknya, seperti hukum mati koruptor kakap," tegas Jusuf RizalAktivis pekerja dan buruh itu lebih jauh menambahkan terkait kondisi bangsa, Ormas Madas Nusantara memberi masukan kepada Prabowo agar mengganti menteri maupun pejabat yang tidak punya kapasitas (Kapabel). Evaluasi pejabat-pejabat titipan yang hanya berpotensi menjadi beban negara."Dalam kondisi ekonomi yang kurang menggembirakan ini, pengeluaran atau belanja yang membebani keuangan negara sebaiknya dipangkas. Jangan mengandalkan hutang terus. Selain itu, daripada membebani pajak rakyat kecil, gaji Menteri, Pejabat, Direksi dan Komisaris BUMN dipangkas saja hingga situasi ekonomi normal," usul Jusuf RizalYang tidak kalah pentingnya, tutur Jusuf Rizal bagaimana Presiden Prabowo segera mengundangkan UU Perampasan aset agar para koruptor kakap itu dapat dimiskinkan. Percuma Prabowo berbusa-busa minta pengembalian dari oligarki dan kartel uang negara yang dikorup. Itu tidak akan efektif jika menunggu kesadaran para koruptor "Yang bisa menekan para koruptor adalah perbaiki system dalam pemberantasan korupsi, seperti adanya UU Perampasan Aset serta Presiden Prabowo Subianto berlakukan hukuman mati bagi koruptor kakap. Para koruptor tidak perlu dikejar sampai antartika, abisin waktu, tenaga, pikiran dan uang. Berlakukan saja hukuman mati. Itu lebih efektif," tegas Jusuf RizalBerdasarkan catatan redaksi Jusuf Rizal tercatat banyak memimpin organisasi selain Ormas Madas Nusantara yaitu LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Indonesia, PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia), Perkumpulan Pengusaha Media Online Indonesia (MOI), Ketum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI)-KSPSI, Ketua Aliansi Serikat Pekerja dan Buruh TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 100 ribu orang, Ketum Loyalis Bapak HM.Soeharto, Presiden RI ke-2 (Soehartois) hingga memimpin Partai Parsindo (Partai Swara Rakyat) berbasis Loyalis Soeharto.
Baca selengkapnya
Perkuat Kerukunan dan Kamtibmas, Kapolresta Pati Bangun Kultur Rohani
Time-Indonesia.my.id, PATI - Kapolresta Pati, Kombes Pol. Sigit, S.I.K., M.H terus mendorong terbentuknya kultur rohani di tengah masyarakat melalui kegiatan Safari Subuh.Program tersebut tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi dengan masyarakat.Safari Subuh menjadi sarana untuk merukunkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga di berbagai wilayah Kabupaten Pati.Dalam setiap kesempatan, pesan yang disampaikan bukan sekadar berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)Tetapi juga pentingnya menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, santun dan mampu memberikan rasa aman.Kapolresta Pati juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam perdebatan yang dapat memicu perpecahan.Sebaliknya, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi, kebersamaan dan semangat persaudaraan.“Seduluran selawase. Mari kita gandeng semua tanpa pandang bulu,” menjadi semangat untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus diberikan secara baik, terutama mengenai berbagai risiko dari perbuatan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun lingkungan.Karena itu, upaya pencegahan dinilai jauh lebih penting, sebelum muncul persoalan yang mengganggu keamanan dan keharmonisan masyarakat.Safari Subuh diharapkan mampu menjadi momentum untuk menenangkan jiwa, memperkuat spiritualitas, sekaligus membangun kesadaran bersama dalam menjaga kedamaian.Semangat tersebut selaras dengan karakter Pati sebagai “Bumi Mina Tani”, sebuah daerah yang memiliki sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.Melalui kultur rohani dan pendekatan humanis, Polresta Pati berupaya membangun Kamtibmas bukan hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui persaudaraan, keteladanan dan kebersamaan masyarakat", kata Kombes Pol. Sigit, S.I.K, M.H, Kapolresta Pati.
Baca selengkapnya
Akal Yang Tertutup Hati Yang Mengeras
Time-Indonesia.my.id, 14 Agustus 2026.Banyak orang mengira bahwa hukuman Allah di dunia selalu berbentuk musibah yang tampak oleh mata, seperti kemiskinan, sakit, kehilangan harta, atau berbagai kesulitan hidup. Padahal ada hukuman yang jauh lebih berat dan lebih berbahaya daripada itu semua, yaitu ketika akal kehilangan kejernihannya dalam melihat kebenaran dan hati kehilangan kelembutannya dalam menerima petunjuk. Keadaan inilah yang sering tidak disadari manusia, padahal dampaknya dapat menyeret seseorang semakin jauh dari rahmat Allah dan semakin dekat kepada kebinasaan yang sesungguhnya.Ungkapan para ulama menyebutkan bahwa hukuman di dunia tidak selalu berupa bencana yang segera menimpa seseorang, melainkan bisa berupa tertutupnya akal dan mengerasnya hati. Pemahaman ini sangat selaras dengan ajaran Al-Qur'an yang berulang kali mengingatkan manusia agar tidak hanya takut kepada musibah lahiriah, tetapi juga waspada terhadap penyakit batin yang dapat merusak kehidupan dunia dan akhirat.Akal merupakan anugerah besar yang diberikan Allah kepada manusia. Dengan akal, manusia dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, antara petunjuk dan kesesatan, serta antara jalan keselamatan dan jalan kebinasaan. Namun akal yang tidak digunakan untuk mencari kebenaran, yang terus-menerus tunduk kepada hawa nafsu, lambat laun akan kehilangan cahayanya. Seseorang mungkin tetap memiliki kecerdasan, pendidikan tinggi, dan kemampuan berpikir yang hebat, tetapi tidak mampu melihat kebenaran yang berada di hadapannya.Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi sehingga mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang berada di dalam dada."(QS. Al-Hajj: 46)Ayat ini menjelaskan bahwa kebutaan yang paling berbahaya bukanlah kebutaan mata, melainkan kebutaan hati. Banyak orang dapat melihat dengan jelas menggunakan matanya, tetapi tidak mampu melihat kebenaran karena hatinya telah tertutup. Mereka menyaksikan tanda-tanda kekuasaan Allah setiap hari, tetapi tidak mengambil pelajaran darinya.Hati yang keras merupakan salah satu bentuk hukuman yang sangat berat. Ketika hati telah mengeras, nasihat tidak lagi berpengaruh, ayat-ayat Allah tidak lagi menggetarkan jiwa, dan peringatan tentang kematian tidak lagi menimbulkan rasa takut. Seseorang dapat mendengar ceramah yang menyentuh, membaca ayat-ayat yang agung, bahkan menyaksikan berbagai peristiwa yang seharusnya menyadarkan dirinya, tetapi semua itu berlalu tanpa bekas.Allah Ta'ala berfirman:ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi."(QS. Al-Baqarah: 74)Hati yang keras membuat seseorang sulit menerima kebenaran. Bahkan ketika bukti-bukti telah datang dengan jelas, ia tetap menolaknya karena kesombongan, kepentingan duniawi, atau kebiasaan buruk yang telah menguasai dirinya. Inilah sebabnya mengapa para ulama sangat khawatir terhadap kekerasan hati dibandingkan terhadap berbagai kesulitan hidup yang bersifat sementara.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengingatkan bahwa dosa-dosa yang dilakukan secara terus-menerus akan meninggalkan noda hitam pada hati. Beliau bersabda:إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِنْ هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ صُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ"Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan satu dosa, akan ditorehkan satu titik hitam di dalam hatinya. Jika ia berhenti, memohon ampun, dan bertaubat, maka hatinya akan dibersihkan. Tetapi jika ia mengulangi dosanya, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menutupi seluruh hatinya."(HR. Tirmidzi)Hadis ini menunjukkan bahwa hati yang keras tidak muncul secara tiba-tiba. Ia tumbuh sedikit demi sedikit akibat dosa yang dianggap remeh, kelalaian yang terus dipelihara, dan taubat yang selalu ditunda. Karena itu, seorang mukmin harus senantiasa melakukan muhasabah atau introspeksi diri agar hatinya tetap hidup dan peka terhadap petunjuk Allah.Salah satu tanda hati yang masih hidup adalah mudah tersentuh ketika mendengar Al-Qur'an. Allah berfirman:اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Al-Qur'an yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang. Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah."(QS. Az-Zumar: 23)Sebaliknya, apabila seseorang tidak lagi merasakan getaran iman ketika mendengar ayat-ayat Allah, maka ia perlu segera memeriksa kondisi hatinya. Jangan-jangan hati tersebut mulai mengeras akibat banyaknya dosa dan sedikitnya dzikir.Oleh karena itu, menjaga kejernihan akal dan kelembutan hati merupakan kewajiban setiap muslim. Caranya adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, memperdalam ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh, memperbanyak dzikir, menjaga shalat, serta segera bertaubat ketika melakukan kesalahan. Semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin terang akalnya dan semakin lembut hatinya.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati."(HR. Bukhari dan Muslim)Karena itu, janganlah seseorang merasa aman hanya karena hidupnya tampak nyaman dan bebas dari musibah. Bisa jadi Allah sedang mengujinya dengan sesuatu yang lebih berat, yaitu tertutupnya akal dari kebenaran dan mengerasnya hati dari cahaya petunjuk. Sebaliknya, orang yang diuji dengan kesulitan hidup tetapi hatinya tetap lembut, akalnya tetap jernih, dan imannya tetap kuat, sesungguhnya masih berada dalam penjagaan Allah.Marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hati yang hidup, akal yang jernih, dan jiwa yang selalu tunduk kepada kebenaran. Sebab keberuntungan sejati bukanlah banyaknya harta, tingginya jabatan, atau panjangnya umur, melainkan kemampuan untuk mengenali petunjuk Allah dan mengikuti jalan-Nya hingga akhir kehidupan. Semoga Allah menjaga hati kita dari kekerasan, melindungi akal kita dari kesesatan, serta membimbing kita menuju kehidupan yang penuh keberkahan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat. Aamiin.
Baca selengkapnya
RS PKU Muhammadiyah Blora: Meneguhkan Mutu, Dakwah, dan Pelayanan Kesehatan
Time-Indonesia.my.id, 14 Agustus 2026. RS PKU Muhammadiyah Blora bukan sekadar bangunan tempat orang datang ketika sakit. Ia merupakan bagian dari ikhtiar panjang menghadirkan pelayanan kesehatan yang memadukan profesionalisme medis, kepedulian sosial, nilai keislaman, serta tanggung jawab persyarikatan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang semakin cepat, bermutu, terjangkau, dan manusiawi, keberadaan rumah sakit ini memiliki arti strategis bagi Kabupaten Blora dan wilayah sekitarnya. Secara kelembagaan, RS PKU Muhammadiyah Blora merupakan rumah sakit umum milik Muhammadiyah yang berada di Jalan Raya Blora–Cepu Km. 3, Jepon, Blora. Posisi tersebut relatif strategis karena berada di jalur utama yang menghubungkan Blora dan Cepu. Kementerian Kesehatan mencatat rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Umum kelas D dengan kepemilikan swasta/lainnya, sementara data resmi rumah sakit menyebut kapasitasnya mencapai 86 tempat tidur. Fakta ini menunjukkan bahwa rumah sakit tersebut bukan sekadar fasilitas kesehatan pelengkap, tetapi telah menjadi salah satu bagian dari ekosistem pelayanan kesehatan masyarakat Blora. Yang menarik dari RS PKU Muhammadiyah Blora adalah upayanya menempatkan pelayanan kesehatan dalam kerangka yang lebih luas. Visi rumah sakit menekankan pelayanan Islami, unggul, dan profesional. Misinya tidak berhenti pada penyediaan layanan medis, tetapi juga menyebut rumah sakit sebagai sarana dakwah dan kaderisasi persyarikatan, pengembangan fasilitas berbasis kemajuan teknologi, pelayanan berdasarkan standar akreditasi nasional, serta peningkatan kompetensi sumber daya insani. Dengan demikian, rumah sakit ditempatkan sebagai institusi kesehatan sekaligus institusi sosial dan dakwah. Perspektif tersebut penting karena rumah sakit modern tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan peralatan. Masyarakat membutuhkan dokter yang kompeten, perawat yang responsif, administrasi yang tertib, sistem pelayanan yang mudah dipahami, lingkungan yang nyaman, serta komunikasi yang menghargai pasien. Teknologi dapat mempercepat proses diagnosis, tetapi empati tetap menjadi unsur penting dalam pengalaman pasien. Karena itu, gagasan “Bismillah, melayani dengan sepenuh hati” seharusnya tidak berhenti sebagai slogan, melainkan diterjemahkan menjadi budaya kerja yang terasa sejak pasien memasuki pintu rumah sakit hingga menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan. Dari sisi layanan, RS PKU Muhammadiyah Blora telah mengembangkan sejumlah fasilitas yang menunjukkan upaya memperluas kemampuan pelayanan. Rumah sakit menyediakan IGD 24 jam, rawat inap, kamar bedah, radiologi, poliklinik rawat jalan, farmasi 24 jam, rekam medis, instalasi gizi, serta Stroke Center. Situs resminya juga menampilkan layanan seperti kamar bersalin dan perinatologi, hemodialisis, EKG dan USG, home care, ambulans, bimbingan rohani, serta berbagai layanan spesialis. Spektrum tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pasien semakin diarahkan untuk dapat ditangani secara lebih komprehensif. Kehadiran Stroke Center, misalnya, memiliki nilai strategis karena penanganan stroke sangat berkaitan dengan kecepatan. Semakin cepat pasien memperoleh penilaian dan penanganan yang tepat, semakin besar peluang untuk mengurangi dampak kecacatan. Karena itu, layanan khusus semacam ini bukan hanya soal nama unit, tetapi menuntut kesiapan sistem, tenaga medis, alat, alur rujukan, serta edukasi kepada masyarakat. Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh unsur tersebut terintegrasi sehingga masyarakat memahami kapan harus datang ke IGD dan bagaimana mengenali tanda-tanda kegawatan. Hal yang juga patut diapresiasi adalah pembangunan gedung baru lima lantai yang mulai dipersiapkan pada 2024. Pemerintah Kabupaten Blora mencatat pembangunan tersebut dirancang untuk memperkuat pelayanan, antara lain melalui penambahan poliklinik dan rehabilitasi medik, pengembangan layanan ICU, serta penambahan ruang rawat inap. Pembangunan fisik tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan rumah sakit diarahkan bukan sekadar memperbesar bangunan, melainkan meningkatkan kapasitas pelayanan sesuai kebutuhan dan standar kesehatan yang terus berkembang. Apresiasi Pemerintah Kabupaten Blora terhadap kontribusi RS PKU Muhammadiyah juga penting dibaca dalam perspektif pembangunan daerah. Pemerintah daerah menempatkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan berharap rumah sakit dapat membantu memperluas akses, termasuk bagi masyarakat pengguna BPJS Kesehatan. Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemajuan rumah sakit idealnya berjalan seiring dengan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu. Rumah sakit yang berkembang bukan hanya diukur dari gedung dan teknologi, tetapi juga dari seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat. Dalam konteks tersebut, penerimaan pasien BPJS menjadi bagian penting dari fungsi sosial rumah sakit. BPJS bukan semata mekanisme pembiayaan kesehatan, tetapi salah satu instrumen negara untuk memperluas perlindungan kesehatan masyarakat. Karena itu, kualitas layanan kepada pasien BPJS seharusnya memiliki standar keramahan, ketepatan, keselamatan, dan profesionalisme yang sama. Perbedaan mekanisme pembayaran tidak boleh melahirkan perbedaan martabat pelayanan. Justru di sinilah nilai sosial rumah sakit Muhammadiyah dapat memperoleh ruang pembuktian yang nyata. Perubahan kepemimpinan pada 2026 juga menjadi momentum penting. RS PKU Muhammadiyah Blora kini dipimpin dr. Fathendra Arifqi Rushady, Sp.PD. Penetapan tersebut berlangsung pada 23 Februari 2026. Muhammadiyah Blora menyebut sejumlah agenda yang perlu diperkuat, antara lain mutu layanan medis dan keselamatan pasien, tata kelola berbasis standar akreditasi, transparansi dan akuntabilitas keuangan, pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi dan kaderisasi, serta digitalisasi pelayanan dan administrasi. Pergantian kepemimpinan semestinya tidak dipahami sebagai memulai segala sesuatu dari nol. Setiap kepemimpinan memiliki tugas meneruskan kebaikan yang telah dibangun sekaligus memperbaiki hal-hal yang masih perlu diperkuat. Apresiasi kepada kepemimpinan sebelumnya penting karena keberhasilan sebuah institusi hampir selalu merupakan hasil akumulasi kerja banyak orang. Estafet kepemimpinan justru akan semakin bermakna apabila mampu menjaga kesinambungan program sambil menghadirkan pembaruan yang relevan dengan tuntutan zaman. Bagi dr. Fathendra, tantangan kepemimpinan tidak ringan. Rumah sakit hari ini berhadapan dengan masyarakat yang semakin kritis, teknologi yang berkembang cepat, tuntutan keselamatan pasien yang semakin tinggi, kompetisi antarfasilitas kesehatan, kebutuhan efisiensi, serta perubahan pola komunikasi publik. Karena itu, kepemimpinan rumah sakit harus mampu menyatukan tiga kemampuan sekaligus: kemampuan klinis, kemampuan manajerial, dan kemampuan membangun kepercayaan. Rumah sakit dapat memiliki dokter hebat, tetapi tanpa sistem yang baik, kualitas pelayanan tidak akan optimal. Sebaliknya, sistem yang bagus membutuhkan manusia yang memiliki integritas untuk menjalankannya. Di sinilah agenda digitalisasi menjadi sangat penting. Digitalisasi seharusnya tidak dipahami hanya sebagai pemindahan formulir manual menjadi formulir elektronik. Digitalisasi yang matang harus mampu memperpendek antrean, mempermudah pendaftaran, mempercepat akses informasi, mengurangi kesalahan administratif, menjaga keamanan data pasien, serta membuat proses pelayanan lebih transparan. Integrasi dengan layanan digital BPJS dan pemanfaatan kanal pendaftaran daring merupakan contoh bahwa teknologi dapat digunakan untuk mengurangi beban pasien, terutama mereka yang datang dari jarak cukup jauh. Namun digitalisasi juga membutuhkan keseimbangan. Jangan sampai teknologi justru menciptakan jarak baru antara rumah sakit dan masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi. Karena itu, layanan digital idealnya berjalan berdampingan dengan pelayanan langsung yang ramah. Masyarakat yang mampu menggunakan teknologi diberi kemudahan, sementara masyarakat yang membutuhkan bantuan tetap memperoleh pendampingan. Prinsipnya sederhana: teknologi harus melayani manusia, bukan manusia dipaksa mengikuti kerumitan teknologi. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi agenda yang tidak kalah penting. Rumah sakit adalah organisasi yang sangat bergantung pada manusia. Dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, radiografer, analis laboratorium, petugas administrasi, tenaga kebersihan, petugas keamanan, hingga manajemen memiliki kontribusi terhadap pengalaman pasien. Satu interaksi yang buruk dapat merusak kesan terhadap seluruh institusi, sementara keramahan yang tulus dapat menumbuhkan kepercayaan. Karena itu, peningkatan kompetensi harus berjalan bersama pembentukan karakter pelayanan. Sebagai Amal Usaha Muhammadiyah, RS PKU Muhammadiyah Blora memiliki keunggulan moral yang dapat menjadi pembeda. Keunggulan tersebut bukan berarti mengklaim lebih baik daripada institusi lain, tetapi menawarkan karakter pelayanan yang berangkat dari nilai kemanusiaan dan tanggung jawab keagamaan. Pasien tidak seharusnya dipandang hanya sebagai konsumen atau sumber pendapatan. Ia adalah manusia yang sedang berada dalam situasi rentan dan membutuhkan pertolongan. Cara memandang pasien seperti inilah yang dapat menghidupkan makna dakwah dalam pelayanan kesehatan. Bimbingan rohani yang menjadi bagian dari layanan rumah sakit juga memperlihatkan dimensi tersebut. Sakit bukan hanya persoalan fisik. Ada kecemasan, ketakutan, kebingungan, beban keluarga, dan pertanyaan tentang masa depan yang sering menyertai seseorang ketika menjalani perawatan. Pendekatan spiritual yang dilakukan secara profesional, proporsional, dan menghormati kondisi pasien dapat menjadi bagian dari pelayanan yang lebih manusiawi. Dengan demikian, kesehatan dipahami secara lebih utuh, tanpa mengurangi pentingnya standar medis berbasis ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, masa depan RS PKU Muhammadiyah Blora sangat ditentukan oleh kemampuan mengubah pertumbuhan fisik menjadi pertumbuhan kualitas. Gedung baru harus diikuti budaya kerja baru yang lebih tertib. Teknologi baru harus diikuti sumber daya manusia yang semakin kompeten. Penambahan layanan harus diikuti keselamatan pasien yang semakin kuat. Pertumbuhan jumlah pasien harus diikuti kemampuan menjaga mutu. Dan peningkatan citra harus selalu diikuti integritas pelayanan. Karena itu, beberapa agenda strategis layak menjadi perhatian bersama. Pertama, memperkuat keselamatan pasien sebagai ukuran utama mutu. Kedua, membangun sistem pengaduan yang mudah, responsif, dan transparan. Ketiga, memperkuat pelayanan BPJS agar akses masyarakat semakin baik. Keempat, mengembangkan digitalisasi tanpa menghilangkan sentuhan manusia. Kelima, memperkuat pendidikan dan kaderisasi sumber daya manusia. Keenam, membangun komunikasi publik yang terbuka sehingga masyarakat mengetahui layanan, jadwal, prosedur, serta capaian rumah sakit. Ketujuh, memperkuat jejaring dengan pemerintah, organisasi profesi, lembaga pendidikan, dan Amal Usaha Muhammadiyah lainnya. Jika agenda tersebut dijalankan secara konsisten, RS PKU Muhammadiyah Blora memiliki peluang besar untuk tumbuh bukan hanya sebagai rumah sakit yang semakin lengkap, tetapi sebagai institusi kesehatan yang semakin dipercaya. Kepercayaan masyarakat tidak lahir dari promosi semata. Ia dibangun melalui pengalaman: ketika pasien merasa dilayani dengan cepat, keluarga mendapatkan informasi dengan jelas, dokter berkomunikasi dengan baik, perawat menunjukkan kepedulian, administrasi tidak berbelit, dan seluruh proses berlangsung dengan aman. Pada titik inilah rumah sakit Muhammadiyah menemukan makna strategisnya. Ia dapat menjadi ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, profesionalisme, kemanusiaan, dan nilai keislaman. Ketika seseorang datang dalam keadaan sakit dan pulang dengan perasaan dihargai, maka pelayanan telah melampaui transaksi medis. Ketika keluarga pasien merasa mendapatkan pendampingan, maka rumah sakit telah menjalankan fungsi sosial. Dan ketika seluruh proses tersebut dikelola secara profesional, transparan, serta berorientasi mutu, maka dakwah melalui pelayanan memperoleh bentuk yang konkret. RS PKU Muhammadiyah Blora karena itu layak dipandang dengan optimisme sekaligus harapan kritis. Optimisme diperlukan untuk menghargai berbagai capaian, pengembangan fasilitas, perluasan layanan, dan regenerasi kepemimpinan yang sedang berlangsung. Sikap kritis diperlukan agar setiap kemajuan tidak membuat institusi cepat berpuas diri. Rumah sakit yang baik bukan rumah sakit yang merasa telah sempurna, melainkan rumah sakit yang terus belajar, mengevaluasi, memperbaiki, dan mendengarkan masyarakat. Dengan kepemimpinan baru, pengembangan fasilitas, agenda digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, serta komitmen terhadap pelayanan Islami dan profesional, RS PKU Muhammadiyah Blora memiliki modal yang cukup untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Tantangannya adalah memastikan semua modal tersebut bertemu dalam satu arah: menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, mudah diakses, manusiawi, dan memberi manfaat seluas-luasnya. Ukuran keberhasilan sebuah rumah sakit bukan hanya berapa banyak ruangan yang dimiliki, berapa banyak layanan yang tersedia, atau seberapa megah gedung yang dibangun. Ukuran yang paling mendasar adalah berapa banyak manusia yang memperoleh pertolongan, berapa banyak keluarga yang merasa terbantu, berapa banyak pasien yang mendapatkan pelayanan dengan bermartabat, dan seberapa kuat kepercayaan masyarakat tumbuh. Jika ukuran tersebut menjadi orientasi bersama, maka RS PKU Muhammadiyah Blora tidak hanya akan berkembang sebagai fasilitas kesehatan, tetapi tumbuh sebagai bagian penting dari ikhtiar membangun masyarakat Blora yang lebih sehat, berdaya, dan bermartabat.
Baca selengkapnya
Satreskrim Polres Garut Amankan Tersangka Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Time-Indonesia.my.id, GARUT – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Garut mengamankan dan melakukan penahanan terhadap satu orang tersangka yang melakukan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.Penindakan tersebut dilakukan Unit I Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Sat Reskrim Polres Garut pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, di Jalan Raya Pameungpeuk–Cikelet, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.Tersangka yang diamankan berinisial SL alias AC laki-laki, 38 tahun, warga Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Tersangka diduga melakukan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi pemerintah.Dari hasil penindakan, bahwa BBM tersebut di beli dari wilayah Kabupaten tasikmalaya yang kemudian di jual di Wilayah Cibalong.Petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 16 jerigen/kompan yang masing-masing berisi sekitar 35 liter BBM, satu unit telepon seluler, serta satu unit kendaraan roda empat jenis Daihatsu Blind Van warna putih. Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Garut untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra, S.H., M.H., C.H.R.A. mengatakan, pihaknya masih melengkapi berkas perkara dan melakukan pendalaman terhadap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.“Proses penyidikan masih terus kami lakukan untuk melengkapi berkas perkara serta mendalami dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penyalahgunaan maupun pengangkutan BBM bersubsidi yang bertentangan dengan ketentuan hukum,” ujar AKP Herman saat ditemui awak media. Kamis (13/08/26). Polres Garut menegaskan komitmennya untuk melakukan penegakan hukum terhadap segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi guna memastikan penyalurannya tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.(Tim)
Baca selengkapnya
Stay Connected
Kalender Hari Ini
-
-
00:00:00
Categories
Recent Articles
Popular Articles
Pilihan Editor
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungu...
Terkini
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Per...
Terkini
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, B...
Terkini
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kr...
Politik
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi I...
Terkini
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Me...
Politik
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langka...
Terkini
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Ken...
Terkini
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengel...
Terkini
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Do...
Terkini
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Di...
Terkini
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
Terkini
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
Terkini
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Ase...
Terkini
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jik...
Terkini
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Terkini
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
Terkini
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Ama...
Terkini
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wira...
Terkini
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAU...
Terkini
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungu...
Terkini
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Per...
Terkini
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, B...
Terkini
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kr...
Politik
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi I...
Terkini
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Me...
Politik
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langka...
Terkini
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Ken...
Terkini
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengel...
Terkini
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Do...
Terkini
Revitalisasi SDN 1 Najaten Senilai Rp1,4 Miliar Disorot, Pengadaan Material Di...
Terkini
Sambut Maulid Nabi, Kapolres Garut dan Jajaran Ucapkan Selamat Memperingati
Terkini
Isu Potongan Dana BOSP 3% di PKBM Garut Beredar, Ketua Forum Bantah
Terkini
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Ase...
Terkini
Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jik...
Terkini
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
Terkini
Timbangan Yang Shahih Dalam Hidup
Terkini
Dituding Penimbunan Tanpa Data, LIPPSU Pastikan Pasokan Pangan Bulog Sumut Ama...
Terkini
Koperasi UMKM Madas Nusantara Bentuk Konsorsium Usaha Menjadi Mitra Usaha Wira...
Terkini
SEMARAK HUT RI KE-81: PMI DI JEDDAH RAYAKAN KEMERDEKAAN DI ATAS KAPAL AQUA LAU...
Terkini
Ad
Recent Articles
•
Warga Desa Sagara Sebut Bantuan Beras Ditebus, Bapanas : Tidak Boleh Ada Pungutan Apapun
•
Herry Battileo, Rusydi Maga, dan Andre Lado: Tiga Nama di Balik Perjalanan Pers Digital NTT
•
KPK Tahan Dua Tersangka Korupsi Trans Sumatra Rp.205 Milyar. Dirkeu BPJS TK, Bambang Joko Sutarto Tidak Terlibat
•
Komitmen Bangun Jakarta Bersinar Dukung Pramono, Ormas Madas Nusantara Akan Kritisi Bank Jakarta Serta Sejumlah BUMD dan Dinas Yang Diduga Bocor
•
Dengan Kekuatan 10.893 Media Siber dan 4.127 Perusahaan, MOI Jadi Organisasi Independen Terbesar di Indonesia
•
Partai Loyalis Soeharto, Parsindo Mulai Konsolidasi Memanaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029
•
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
•
Simpai Andre Sole dan Simpai Herry Battileo Gelar Latihan Khusus, Disiplin Kenshi Jadi Fokus Utama
•
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
•
Dugaan Ketidaksesuaian Pengelolaan Dana PIP dan BOS di SMPN 2 Jasinga, FSWI Dorong Audit
Popular Articles
•
Polres Garut, Dinas Kesehatan, BPOM, dan BNNK Didesak Tingkatkan Pengawasan Dugaan Peredaran Obat Keras
•
Ketua PW MOI Sebut Penjualan Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Disisnyalir Langkahi Regulasi
•
Genteng Bongkaran SDN 1 Maroko Diduga Diperjualbelikan, MOI Jabar Minta Pengelolaan Aset Diperiksa
•
Kadis Perkim Garut Diduga Kerap Merapat ke Pengusaha, Ada Apa?
•
Satreskrim Polres Garut Amankan Tersangka Pelaku Penyalahgunaan BBM Bersubsidi